- mendapatkan bibit yang berkualitas
- agar tercapai tingkat keseragaman ukuran
- sehat
- tidak cacat
- memiliki laju pertumbuhan yang baik
- kanibal
Jumat, 23 Desember 2011
Tujuan Seleksi Bibit Lele
Selasa, 22 November 2011
Makanan Alami Ikan Lele
- Makanan alamiah yang berupa Zooplankton, larva, cacing-cacing, dan serangga air.
- Makanan berupa fitoplankton adalah Gomphonema spp (gol. Diatome),Anabaena spp, Cyanophyta), Navicula spp (gol.Diatome), ankistrodesmus spp (gol. Chlorophyta).
- Ikan lele juga menyukai makanan busuk yang berprotein.
- Ikan lele juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus.
Cara Memindahkan Benih Lele
- kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm
- siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
- samakan suhu pada kedua kolam
- pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
- pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.
Rabu, 26 Oktober 2011
Persyaratan Untuk Pemeliharaan Ikan Lele di Keramba :
- Sungai atau saluran irigasi tidak curam, mudah dikunjungi/dikontrol.
- Dekat dengan rumah pemeliharaannya.
- Lebar sungai atau saluran irigasi antara 3-5 meter.
- Sungai atau saluran irigasi tidak berbatu-batu, sehingga keramba mudah dipasang.
- Kedalaman air 30-60 cm.
Di Indonesia Ada 6 (enam) Jenis Ikan Lele
- Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele (Jawa), ikan kalang (Sumatera Barat), ikan maut (Sumatera Utara), dan ikan pintet (Kalimantan Selatan).
- Clarias teysmani, dikenal sebagai lele Kembang (Jawa Barat), Kalang putih (Padang).
- Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri (Sumatera Selatan), wais (Jawa Tengah), wiru (Jawa Barat).
- Clarias nieuhofi, yang dikenal sebagai ikan lindi (Jawa), limbat (Sumatera Barat), kaleh (Kalimantan Selatan).
- Clarias loiacanthus, yang dikenal sebagai ikan keli (Sumatera Barat), ikan penang (Kalimantan Timur).
- Clarias gariepinus, yang dikenal sebagai lele Dumbo (Lele Domba), King cat fish, berasal dari Afrika.
Pakan Benih Lele
- pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 -4 hari.
- Pakan buatan untuk umur diatas 3 - 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
- Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandungberbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalamjumlah yang optimal.
Jumat, 07 Oktober 2011
Persiapan Lahan Kolam Tanah Budidaya Lele
- Pengeringan Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
- Pengapuran Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
- Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). Untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
- Pemasukan Air Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Persiapan Lahan Kolam Bak Budidaya Lele
- Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
- Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati.
- Pemasukan air
- Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara).
Rabu, 28 September 2011
Kriteria bibit unggul lele dumbo :
- Pertumbuhan cepat
- bentuk tubuh normal.
- Kondisi sehat.
- Mulus.
- Ke dua induk besarnya sama.
- Berumur 12 bulan, dengan panjang 20 - 25 cm.
- Sudah matang gonad.
Sifat-sifat lele dumbo antara lain :
- Jarang menampakkan diri pada siang hari.
- Lebih menyukai tempat yang sejuk dan gelap.
- Nokurnal ( aktif pada malam hari ).
- Omnivora ( pemakan segala ).
- Scavenger ( pemakan bangkai ).
- Kanibal ( Misal dalam keeadaan kekurangan pakan bisa terjadi lele tersebut memakan
lele yang lain ). - Bergerak agresif.
- Tidak merusak pematang.
- Seluruh badannya loreng bila menderita stres.
- Berkembang biak dalam waktu cepat.
- Suka meloncat ke darat terutama pada malam hari.
- Dapat melompat dan merangkak ( zig – zag ) di atas tanah tanpa air asalkan lembek
- Mencari makan di dasar perairan ( bottom feeder ).
Minggu, 25 September 2011
Perbedaan Induk Jantan dan Betina Ikan Lele
Induk jantan mempunyai tanda :
- Tulang kepala berbentuk pipih
- Warna lebih gelap
- Gerakannya lebih lincah
- Perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- Alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
- Tulang kepala berbentuk cembung
- Warna badan lebih cerah
- Gerakan lamban
- Perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.
Jenis Kolam Yang Tersedia PadaPembenihan Lele
- Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
- Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
- Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubunganinduk jantan dan betina.
- Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahandilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.
Sistem Budidaya Ikan Lele
Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :
- Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
- Sistem Pasangan Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
- Pembenihan Sistem Suntik(Hyphofisasi). Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.
Selasa, 14 Juni 2011
Analisa Usaha Budidaya Ikan Lele
Sebagai gambaran dan bahan pertimbangan Anda, berikut analisa perhitungan usaha budidaya ikan lele dumbo.
INVESTASI
- Kolam terpal 10 unit @500.000 = Rp 5.000.000
- Peralatan 1 paket Rp 100.000
Jumlah Rp 5.100.000
MODAL KERJA
- Benih 18.000 ekor @250 = Rp 4.500.000
- Pakan 1800 kg @6.000 = Rp 10.800.000
- Tenaga kerja 2 Orang @1.000.000 = Rp 2.000.000
- Persiapan kolam 10 Paket @50.000 = Rp 500.000
Jumlah 17.800.000
JUMLAH MODAL
- Investasi Rp 5.100.000
- Modal kerja Rp 17.800.000
Jumlah Rp 22.900.000
RUGI-LABA
- Hasil produksi 1800 kg @ 11.000 = Rp 19.800.000
- Biaya operasional
a Modal kerja Rp 17.800.000
b Penyusutan Rp 1.020.000
Jumlah Rp 18.820.000
Keuntungan Rp 980.000
Per tahun Rp 3.920.000
Keterangan
1 siklus : 2 (dua) bulan
1 tahun : 4 (empat) siklus
I unit : 12 m2
FCR : 1
SR : 80%
Kepadatan : 150 ekor/m2
Ukuran benih : 8-10 cm/ekor
Tenaga kerja : 1 (satu) orang x 2 bulan x Rp. 1.000.000
Peralatan : seser, timbangan, ember
R/C ratio =penerimaan total / biaya total :
Rp. 9.800.000 /Rp. 17.800.000 :
1,11
Artinya , setiap Rp. 1,00 yang dikeluarkan akan mendapatkan penerimaan Rp. 1,11
Cash flow =keuntungan + biaya penyusutan :
Rp. 3.920.000 + Rp. 1.020.000 :
Rp. 4.940.000
Payback period = (biaya investasi + biaya variabel) / cash flow (dalam thn)
(Rp. 5.100.000 + Rp. 17.800.000) / Rp.4.940.000 :
4,64 tahun
Biaya per kg = total biaya produksi / total panen :
Rp. 18.820.000 / 1800 kg :
Rp. 10.455,55
Rentabilitas ekonomi = keuntungan / (biaya investasi + biaya variabel) x 100% :
Rp. 3.920.000 / (Rp. 5.100.000 + Rp. 17.800.000) x 100%
17,12 %
Break Event point (BEP) atau titik impas = biayatetap/(1-(biaya variabel/pendapatan)
Rp. 1.020.000 / (1- (Rp. 17.800.000 / Rp.19.800.000 :
Rp. 1.020.000 / (1-0,89) :
Rp. 1.020.000 / 0,101 :
Rp. 10.098.000
BEP volume = total biaya produksi / harga jual per kg :Rp. 18.820.000 / Rp. 11.000 :
1710,91 kg/thn
Artinya, titik impas usaha dicapai pada hasil ikan minimal 1710.91 kg/thn
BEP harga =total biaya produksi / total produksi :
Rp. 18.820.000 / 1800 :
Rp. 10.455 kg/thn
Artinya, titik impas usaha dicapai pada harga ikan minimal Rp. 10.455/kg